Jurnal

Petani Berdaya Melalui Teknologi Digital: Kisah Sukses Petani Desa Digital di Jawa Barat

23 November 2023
Administrator
Dibaca 69 Kali
Petani Berdaya Melalui Teknologi Digital: Kisah Sukses Petani Desa Digital di Jawa Barat

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. 

Jawa Barat memiliki sebaran potensi pertanian sebesar 70.5%, menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian di Jawa Barat. 

Namun, tidak sedikit petani harus menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, terbatasnya akses pasar dan informasi, serta rendahnya produktivitas. 

Seiring berkembangnya teknologi digital, muncul berbagai inovasi yang dapat digunakan oleh petani untuk membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka. 

Inovasi teknologi seperti sistem pengairan otomatis, sensor untuk mengecek kadar nutrisi pada tanaman, hingga CCTV untuk mengawasi lahan pertanian, menjadi contoh penggunaan teknologi di bidang pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petan

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat (Diskominfo Jabar) menyadari potensi teknologi digital dalam meningkatkan kesejahteraan petani. 

Oleh karena itu, Pemdaprov Jabar menginisiasi program Sayembara Desa Digital yang bertujuan untuk mendapatkan desa-desa di Jawa Barat yang memiliki potensi pertanian dan perikanan guna bekerja sama dengan mitra Desa Digital untuk mewujudkan program Desa Digital.

Melalui program ini, Pemdaprov Jabar memberikan pelatihan dan subsidi sewa alat pertanian berbasis Internet of Things (IoT) selama 1 tahun berkolaborasi dengan Habibi Garden–salah satu perusahaan startup di bidang teknologi pertanian.

Kisah sukses petani terpilih dalam Sayembara Desa Digital tahun 2022 telah menarik perhatian petani lain di Jawa Barat. 

Pada tahun 2023, tercatat 110 desa di Jawa Barat telah mendaftarkan diri pada Sayembara Desa Digital dengan harapan mendapatkan dukungan dan bantuan untuk mengembangkan usaha pertanian mereka melalui teknologi digital.

Dari ratusan petani yang mendaftar dalam Sayembara Desa Digital, beberapa petani terpilih berhasil menjadi pemenang dan mendapatkan dukungan dari Pemdaprov Jabar. 

Melalui pelatihan dan pendampingan dari mitra,  petani-petani tersebut berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam praktik bertani mereka. 

Setelah periode dukungan berakhir, petani terpilih ini tidak hanya berhasil mempertahankan kesuksesan mereka, tetapi juga melanjutkan program Desa Digital secara mandiri.

Petani terpilih pada Sayembara Desa Digital menjadi inspirasi dan influencer bagi petani-petani lainnya untuk menerapkan inovasi teknologi dalam praktik pertanian mereka. 

Salah satunya adalah Mang Ade, yang berasa dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

Setelah mendapatkan dukungan teknologi smart farming dari Pemdaprov Jabar pada program Desa Digital, Ia selalu mengajak petani-petani di daerahnya untuk menggunakan teknologi digital.

Mang Ade berbagi pengalamannya kepada petani lain terkait optimalisasi lahannya yang dapat disiram secara otomatis dan kondisi cuacanya dapat dipantau melalui smartphone. 

Hasilnya, Ia mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya produksi.

Mang Ade secara rutin mengadakan pertemuan bulanan untuk saling bertukar informasi tentang teknologi yang mereka gunakan dan berbagi manfaat dari penerapan teknologi digital. 

Salah satu informasi yang sering Mang Ade bagikan kepada petani-petani adalah bagaimana teknologi digital berhasil meningkatkan produktivitasnya.

Setelah penggunaan teknologi digital smart farming, Mang Ade berhasil mengurangi pemakaian pupuk dan air dari 1 juta menjadi 500 ribu rupiah untuk setiap greenhouse dengan ukuran 100m2. 

Tidak hanya itu, hasil panen dari 1 buah pohon tomat beef mengalami peningkatan dari 3 kg menjadi 6 kg. Secara keseluruhan, Ia juga bercerita bahwa kualitas hasil panen meningkat yang terlihat dari warna tomat beef semakin menyala dan daun menjadi lebih hijau.

Inisiatif Sayembara Desa Digital oleh Pemdaprov Jabar telah memberikan dukungan awal yang penting bagi petani-petani di Jawa Barat. 

Dengan semakin banyaknya petani yang menerapkan teknologi digital, diharapkan pertanian di Jawa Barat dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan petani.

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image